Sabtu, 01 April 2017

Profil Petugas Poskesdes "Flaminggo" Desa Sea Dusun Soyo Bae






Putri Ngusumbatu Di Pedalaman Wana

Profil
Nama : Nelmin Tamehi, AMd.Keb
TTL   : Beteleme, 19 April 1992
Tempat Tugas : Poskesdes "Flaminggo" Desa Sea Dusun Soyo Bae
Mulai Bertugas : Januari 2015

Mengabdikan ilmunya dibidang kesehatan sudah sejak lama dicita-citakan oleh Bidan lulusan Poltekes Kemenkes Palu ini.

Berbekal SK yang telah dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Dan KB Daerah Kab. Morowali Utara, Nelmin dengan semangat menuju ke wilayah penempatan dengan menempuh perjalanan yang cukup jauh melalui darat dan laut. Pertama kali menginjakkan kaki di wilayah Kecamatan Mamosalato merupakan sesuatu hal yang tak pernah diimpikan selama ini bahwa tugas pertamanya sebagai seorang Bidan adalah melayani warga di Pedalaman Suku Wana.

Setelah melapor ke Puskesmas Pandauke dan menjalani orientasi + 2 minggu di Puskesmas Pandauke, saatnya menuju ke tempat tugas sesuai SK penempatan.

Perjalanan yang di lalui sampai ke Desa Lijo semakin membuat Nelmin bertanya-tanya dalam hati. Tempat yang jauh dari keluarga tanpa adanya jaringan seluler seolah-olah membuatnya ingin mundur dari tugas ini. namun rekan-rekan yang mengantar selalu memberikan kekuatan kepadanya.
Semalam berada di Desa Lijo membuat air mata Nelmin seakan-akan tidak bisa berhenti. Rasa rindu kepada kedua orang tuanyapun tak terbendung lagi. Namun dalam hatinya dia semakin yakin bahwa Tuhanlah yang telah mengatur semua ini.

Keikhlasan dan ketulusan hati untuk melayani masyarakat di Pedalaman suku Wana, akhirnya mengantarkan Nelmin Tamehi, AMd.Keb lulusan Akbid Poltekes Kemenkes Palu ini terus bertahan menjalankan tugasnya sebagai seorang Bidan Desa PTT Daerah.

Keakraban dan rasa kekeluargaan yang tinggi dari warga membuat dia semakin dekat dengan mereka, walaupun terkadang harus berbicara dengan bahasa daerah Wana yang masih terbata-bata.

Semoga pengabdian ini akan menjadi teladan dan semangat untuk Petugas Kesehatan lain serta memberikan pelajaran bahwa wilayah Pedalaman bukanlah tempat pembuangan petugas tapi di sinilah pengabdian yang sesungguhnya.

Teruslah berkarya demi sesama...

Lijo, 31 Maret 2017

Jumat, 10 Maret 2017

Profil Petugas Poskesdes "Kutilang" Desa Menyo'e Kecamatan Mamosalato












Srikandi dari "Molongkuni"

Sejak bertugas sebagai Kepala Puskesmas di Puskesmas Pandauke, kesulitan awal yang kami hadapi adalah susahnya menemukan tenaga kesehatan yang mau bertugas di wilayah pedalaman. Pernah bertugas sebagai kepala Unit Rawat Inap Puskesmas Beteleme membuat saya mengenal beberapa petugas di puskesmas tersebut yang statusnya masih tenaga Sukarela/PHL. Akhirnya, sayapun mencoba menghubungi teman-teman kalau ada yang berminat untuk mengabdi di Wilayah Pedalaman.

Irnawati Labaka, AMd.Keb merupakan lulusan dari Akademi Kebidanan di Mamuju Sulawesi Selatan, memberanikan diri untuk menerima peluang tersebut. Saat melapor ke Dinas Kesehatan, keraguanpun muncul karena penampilan yang ada saat itu membuat teman-teman di dinas kesehatan berpikir bahwa Irna demikian panggilan akrabnya, tidak akan mungkin bertahan di wilayah pedalaman. Saat saya berkunjung pertama kali ke Desa Menyo'e ada gurauan dari warga Pedalaman bahwa ada yang bertaruh dengan berjanji akan memotong seekor sapi seandainya ada Bidan yang mau bertugas di Desa Menyo'e. ini mengambarkan bahwa selama ini memang tidak ada petugas yang benar2 mau mengabdi dan tinggal di desa tersebut.

Setelah melapor ke Dinas Kesehatan dan KB Daerah Kab. Morowali Utara yang saat itu dipimpin oleh ibu drg. Fatmawati A.Halid, MM, Irna akhirnya menginjakkan kakinya di Puskesmas Pandauke pada Bulan Mei 2014 sesuai surat tugas yang keluar dari Dinas Kesehatan Dan KB Daerah Kab. Morowali Utara.

Selama + 2 minggu mengadakan persiapan dan orientasi di Puskesmas Pandauke, kamipun mengantar Irna ke tempat tugasnya di Desa Menyo'e. Dari Pandauke perjalanan masih bisa ditempuh dengan naik kendaraan roda dua sampai ke Desa Lijo. Bermalam di desa Lijo keesokkan harinya melanjutkan perjalanan dengan naik katinting mengikuti arus Sungai Bingka sampai ke Muara kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sampai ke Desa Uepakatu. Setelah menginap semalam, lanjut lagi dengan jalan kaki menuju desa Menyo'e.
Perjalanan dari desa Uepakatu, melewati 2 dusun yaitu Dusun Ngoyo dan Padangkalan. Sedangkan perjalanan ditempuh + 6 jam perjalanan melewati pendakian dan penurunun yang cukup terjal serta + 20 kali kali menyebrang sungai.

Dalam perjalanan saya mengamati wajah dari Bidan Ina tampak kelelahan yang luar biasa. Sempat dia mengeluarkan kata-kata : "boleh menyerah ?", sayapun menjawab singkat : "Jangan bikin malu orang Mori" yang hanya dibalas dengan senyuman..

Kamipun tiba di Desa Menyo'e disambut oleh Pak Nikwan Ndola (Sekdes Menyo'e) yang seakan-akan belum percaya bahwa akan ada petugas yang mau bertugas dan tinggal di desa mereka.

Sekilas kisah yang akhirnya mengantarkan Bidan Irnawati Labaka, AMd.Keb bertugas di Poskesdes "Kutilang" Menyo'e yang sejak Tahun 2017, wilayah ini menjadi wilayah kerja Puskesmas "Potowe Indo" Lijo.

Sampai saat ini gadis kelahiran Desa Uluanso, 24 Maret 1986 tersebut masih tetap melaksanakan tugas pengabdiannya sebagai tenaga kontrak Bidan PTT Daerah di Puskesmas "Potowe Indo" Lijo.

Kamis, 09 Maret 2017

Profil Petugas Poskesdes "Elang" Desa Menyo'e Dusun Padalempe







"ARJUNA Dari Bone"

Iskandar Kasim, AMd.Kep yang sehari-hari disapa dengan Kandar, mungkin tidak akan pernah bermimpi. Setelah sekian lama lahir dan hidup dengan hiruk pikuk perkotaan dan setelah menyelesaikan perkuliahan di D III Keperawatan akan melaksanakan tugas pengabdiannya di Dusun terjauh wilayah kerja Puskesmas "Potowe Indo" Lijo.

Perjalanan menuju Dusun Padalempe awalnya hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari desa induk desa Menyo'e + lebih 6 jam perjalanan. Jarak Desa Menyo'e ke ibu Kota Kecamatan Mamosalato + 60 KM.

Perawat yang pernah mendapat penghargaan oleh PPNI Propinsi Sulawesi Tengah tahun 2015 karena pengabdiannya ini, tidak pernah sedikitpun mengeluh dengan kondisi wilayah pelayanannya. Walaupun tempat pengabdiannya belum memiliki jaringan listrik dan seluler, Ayah dari anak semata wayang yang bernama Aulia ini tetap menjalani tugas dan panggilannya dengan penuh keikhlasan...

Menelusuri Jejak Pelayanan Kesehatan DI Wilayah Pedalaman Suku Tau Ta Wana





Perjalanan menuju desa Menyo'e dan Padalempe dalam rangka kegiatan Supervisi dan Posyandu. Melewati bukit yang terjal dan sungai Bongka tidak mampu untuk mengurungkan niat. Terlintas wajah-wajah yang penuh dengan ketulusan seolah-olah telah membuat segala rintangan tak berarti apa-apa..

Wilayah Kerja Puskesmas "Potowe Indo" Lijo memilki 6 desa dan dusun-dusun sulit yaitu :
1. Desa Winangabino
2. Desa Lijo
3. Desa Sea dengan 4 Dusun yang berjauhan : Dusun Kamunjang, Sayo Malino, Soyo Bae dan Pinikelo
4. Desa Parangisi
5. Desa Uepakatu dengan 1 dusun sulit yaitu dusun Mata Uekoyo
6. Desa Menyo'e dengan 4 lokasi dusun dan RT yang beberapa lokasi sangat sulit untuk dilewati yakni :
    Dusun Ngoyo, Padangkalan, Menyo,e Tengah dan Padalempe.

"Ini bukanlah tempat pembuangan tapi disinilah tempat pengabdian yang sesungguhnya"
Lijo, 09 Maret 2017

Puskesmas "Potowe Indo" Lijo diresmikan pada tanggal 23 Februari 2016 oleh Bapak Gubernur Sulawesi Tengah..
Memiliki wilayah kerja 6 Desa di Pedalaman Kecamatan Mamosalato dengan 9 dusun yang memiliki jarak tempuh yang cukup jauh dan sulit...

Sejak di resmikan pada tanggal 23 Februari 2017, Pelayanan kesehatan di Puskesmas Potowe Indo Lijo baru beroperasi sejak Bulan Oktober 2016 namun secara Administrasi belum sepenuhnya terpisah dari Puskesmas Pandauke, Kecamatan Mamosalato..